Visi dan idealisme seseorang dapat dikenal melalui tulisannya.Anda dapat mengenal lebih jauh tentang seorang Betti Alisjahbana melalui blog ini.

Fokus pelatihan harus diperluas melebihi sekedar individual menjadi mencakup tim dan organisasi.

Pelatihan harus menjadi kendaraan untuk meningkatkan kerja sama dalam organisasi termasuk mata rantai suplainya.

Mereka yang belajar harus terlibat dalam membentuk pengalaman belajarnya, tidak sekedar menerima secara pasif.

Kesempatan belajar harus terintegrasi dalam proses alur kerja, sehingga memungkinkan kita belajar sambil bekerja.

Organisasi harus menyadari kebutuhan ini sejak awal untuk dapat mentrasformasikan proses belajar.

Belajar melalui interaksi antar muka terlalu makan waktu dan mahal dan tidak sesuai lagi dengan perkembangan dunia modern.Dunia ”on-demand” membutuhkan kebijakan pelatihan yang sesuai.Perubahan yang tak henti-hentinya serta berbagai disrupsi yang datang dari dunia bisnis, politik, dan alam diberbagai belahan bumi, semakin besar pengaruhnya di dunia yang saling ter-interkoneksi kini.Organisasi yang berkinerja terbaik bukan lagi yang terbesar dan terkuat, melainkan yang paling inovatif, paling bisa menyesuaikan diri dengan perubahan.Kita ada dalam situasi “on demand” dimana informasi, solusi dan hasil harus dapat diperoleh segera saat dibutuhkan. Meskipun cara mengajar traditional seperti dalam kelas, kuliah dan materi cetakan tetap memberikan manfaat bagi perorangan, tim dan organisasi, situasi pasar bergerak sangat cepat.Kebutuhan untuk bisa menjawab kebutuhan klien yang berubah dengan cepat membutuhkan pendekatan yang berbeda dalam pelatihan.